8 Poin Penting Hasil Mediasi Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 yang Berujung Damai Secara Kekeluargaan | OneFootball

8 Poin Penting Hasil Mediasi Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 yang Berujung Damai Secara Kekeluargaan | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.com

Bola.com

·22. April 2026

8 Poin Penting Hasil Mediasi Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 yang Berujung Damai Secara Kekeluargaan

Artikelbild:8 Poin Penting Hasil Mediasi Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 yang Berujung Damai Secara Kekeluargaan

Bola.com, Jakarta - Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 menggelar mediasi di Dewa United Arena, Tangerang, pada pada Rabu (22/4/2026), setelah kasus tendangan kung fu yang mencoreng Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026 dan sepak bola nasional.

Pertemuan yang disebutkan berlangsung secara kekeluargaan itu berhasil menghasilkan sejumlah kesepakatan penting dari kedua belah pihak.


OneFootball Videos


Mediasi dihadiri oleh Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, Direktur Akademi Bhayangkara FC, Agus Rumekso Carel, Manajer Bhayangkara U-20, Yongki Pandu Pamungkas, pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus pelaku tendangan kung fu, Fadly Alberto, dan pemain Dewa United U-20 yang menjadi korban, Rakha Nurkholis.

Fadly Alberto menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Raka Nurholis dan seluruh jajaran Dewa United. Dia mengakui tindakannya tidak sportif dan murni dipicu emosi yang lepas kendali di tengah tensi pertandingan yang memanas.

"Saya meminta maaf kepada pimpinan Dewa United juga, coaches, seluruh jajaran pelatih, staf, dan pemain dari Dewa United, tentunya kepada Rakha Nurkholis," ujar Fadly Alberto.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena ini tindakan yang mungkin paling bodoh lah di sepak bola yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka," jelasnya.

Impressum des Publishers ansehen