Arsyad Benyal, Striker Galatama yang Pernah Bersinar lalu Pergi dalam Sunyi | OneFootball

Arsyad Benyal, Striker Galatama yang Pernah Bersinar lalu Pergi dalam Sunyi | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.com

Bola.com

·7. Mai 2026

Arsyad Benyal, Striker Galatama yang Pernah Bersinar lalu Pergi dalam Sunyi

Artikelbild:Arsyad Benyal, Striker Galatama yang Pernah Bersinar lalu Pergi dalam Sunyi

Bola.com, Surabaya - Namanya mungkin asing bagi generasi sepak bola modern. Tidak ada video highlight viral, tak ada dokumentasi digital yang terus diputar ulang di media sosial. Namun pada era Galatama, Arsyad Benyal pernah menjadi sosok yang disegani di lini depan klub-klub besar Indonesia.

Ia tumbuh di masa ketika sepak bola nasional dipenuhi rivalitas keras, stadion penuh penonton, dan nama pemain dibangun lewat performa di lapangan, bukan popularitas di internet.


OneFootball Videos


Nama “Benyal” bahkan lebih dikenal dibanding nama keluarganya sendiri, Latuamurry, yang berasal dari Negeri Pelauw. Julukan itu melekat di jersey dan perjalanan kariernya hingga menjadi identitas yang dikenang publik sepak bola era 1980 hingga 1990-an.

Untuk memahami perjalanan Arsyad, orang harus menoleh kembali ke era Galatama. Kompetisi semi-profesional paling bergengsi sebelum lahirnya Liga Indonesia itu menjadi panggung utama pemain-pemain terbaik tanah air.

Pada masa tersebut, klub-klub seperti Niac Mitra, Pelita Jaya, Krama Yudha Tiga Berlian, Warna Agung, hingga Arseto Solo menjadi simbol kekuatan sepak bola modern Indonesia. Galatama menghadirkan atmosfer kompetisi yang keras dan penuh gengsi.

Berbeda dengan kompetisi Perserikatan yang berbasis daerah, Galatama dihuni klub-klub profesional dengan dukungan perusahaan besar dan diperkuat pemain nasional. Di tengah ketatnya persaingan itulah Arsyad Benyal menempa namanya.

Impressum des Publishers ansehen