Jadikan Bima Sakti Sebagai Idola, Ponaryo Astaman Kenang Momen Bersejarah Tukaran Jersey Usai Final Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000 | OneFootball

Jadikan Bima Sakti Sebagai Idola, Ponaryo Astaman Kenang Momen Bersejarah Tukaran Jersey Usai Final Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000 | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.com

Bola.com

·8 June 2026

Jadikan Bima Sakti Sebagai Idola, Ponaryo Astaman Kenang Momen Bersejarah Tukaran Jersey Usai Final Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000

Article image:Jadikan Bima Sakti Sebagai Idola, Ponaryo Astaman Kenang Momen Bersejarah Tukaran Jersey Usai Final Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000

Bola.com, Jakarta - Setiap pesepakbola pasti punya idola. Bambang Pamungkas misalnya, ia sangat mengidolakan Kurniawan Dwi Yulianto. Keduanya kini dikenang sebagai legenda terbaik yang dipunya Timnas Indonesia.

Seperi halnya Bepe-sapaan akrab Bambang Pamungkas, eks gelandang andalan Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman juga punya idola. Ia mengidolakan Bima Sakti.


OneFootball Videos


Baik Kurniawan Dwi Yulianto maupun Bima Sakti merupakan alumnus PSSI Primavera yang pernah berguru sepak bola modern di Italia, dari 1993 hingga 1995.

Saat itu, Primavera sangat fenomenal di Tanah Air. Maklum, tim yang diarsiteki pelatih bertangan dingin Danurwindo bermaterikan pemain-pemain muda memesona dari belahan daerah Indonesia.

Selain Bima Sakti dan Kurniawan Dwi Yulianto, nama-nama beken lainnya adalah Yeyen Tumena, Kurnia Sandy, Supriyono, Alex Pulolo, Anang Ma'ruf, dan Aris Indarto.

View publisher imprint