Kilas Balik Kerusuhan Laga Persik Vs PSIM pada Liga 2 2019, Ternyata Masih Berimbas di BRI Super League Musim Ini | OneFootball

Kilas Balik Kerusuhan Laga Persik Vs PSIM pada Liga 2 2019, Ternyata Masih Berimbas di BRI Super League Musim Ini | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.com

Bola.com

·11 February 2026

Kilas Balik Kerusuhan Laga Persik Vs PSIM pada Liga 2 2019, Ternyata Masih Berimbas di BRI Super League Musim Ini

Article image:Kilas Balik Kerusuhan Laga Persik Vs PSIM pada Liga 2 2019, Ternyata Masih Berimbas di BRI Super League Musim Ini

Bola.com, Jakarta - Laga kandang Persik Kediri kembali dapat resistensi dari pihak Polres Kediri Kota. Setelah gagal menggelar pertandingan melawan Madura United dan Persebaya Surabaya pada putaran pertama BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya Kota Kediri, kini Macan Putih kembali terusir dari habitatnya saat menjamu PSIM pada pekan ke-21, Jumat (13/2/2026).

Lagi-lagi Panpel Persik harus pindah dan meminjam Stadion Gelora Joko Samudro Gresik sebagai homebase alternatif agar pertandingan bisa dilaksanakan sesuai jadwal.


OneFootball Videos


Sebenarnya hubungan kelompok suporter Persik dan PSIM sangat harmonis. Namun persahabatan itu hancur, karena kerusuhan partai Persik versus PSIM yang berakhir dengan skor 2-0 pada pentas Liga 2 2019, tepatnya pada 2 September.

Bahkan akibat bentrokan antara Persikmania dengan Brajamusti itu puluhan orang luka-luka dan beberapa dilarikan ke rumah sakit. Ini belum termasuk kerusakan kendaraan milik penonton dan trauma pengunjung tempat wisata Tirtoyoso yang berada di sebelah utara Stadion Brawijaya.

Sebagian besar korban mengalami luka di kepala dan sekitarnya, karena terkena lemparan benda keras. Saat kerusuhan, kedua kubu suporter memang saling melempar batu. Bahkan, ada batu sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Sekitar 15 orang yang sebagian besar korban dari pihak kelompok suporter PSIM, Brajamusti, dirawat di lorong masuk pemain Stadion Brawijaya. Korban yang kondisinya lebih parah dilarikan ke dua rumah sakit, RS Bhayangkara Kota Kediri dan RSUD Gambiran II.

"Untuk korban yang dirawat dan diobati di stadion tadi sekitar 15 orang atau lebih. Sebagian besar luka akibat lemparan benda keras. Ada satu wanita yang harus mendapatkan bantuan oksigen, karena dia tersedak. Korban wanita ini yang butuh penanganan lebih lama. Kemungkinan ada faktor kaget, karena efek kerusuhan tadi. Korban yang dibawa ke rumah sakit Bhayangkara lima orang. Yang di RSUD Gambiran II, saya belum tahu jumlahnya," ungkap dr. Iman Taufik, dokter tim Persik, kala itu.

View publisher imprint