Bola.com
·10 February 2026
Kolom: 15 Menit yang Kontradiktif Dramatis bagi Persija dan Arema

In partnership with
Yahoo sportsBola.com
·10 February 2026

Bola.com, Jakarta - Malam itu, Gelora Bung Karno menjelma katedral sepak bola. Lampu-lampunya menyapu wajah-wajah yang percaya, genderang memukul udara, dan nyanyian membentuk keyakinan kolektif: inilah kandang Persija Jakarta, tempat dominasi seharusnya menemukan takdirnya. Bola pun berputar setia pada kaki tuan rumah—rapi, sabar, penuh rencana.
Di lapangan, Persija tampak seperti orkestra yang telah menghafal partitur. Witan Sulaeman membuka sayap, memanggil ruang. Gustavo Almeida menunggu di garis tipis antara peluang dan off-side.
Di belakang mereka, Rizky Ridho memimpin garis dengan suara pendek dan tegas—mengatur jarak, mengunci tempo, memastikan keberanian tetap beralas disiplin.
Di seberang, Arema FC menulis kisah dengan tinta yang berbeda. Mereka memilih diam yang berisi. Hansamu Yama mengikat barisan belakang seperti simpul yang tak mudah dibuka; Betinho memutus alur tanpa perlu sorotan; dan Adi Satryo berdiri sebagai penjaga waktu—tenang, menunggu detik yang tepat.
Dari pinggir garis, Maurício Souza kerap melangkah maju, meminta tempo dipercepat; sementara Marcos Santos menahan gestur, menguatkan rencana dengan isyarat agar blok tetap rapat.
Live









































