Indra Sjafri Cemas Melihat Mentalitas di SSB: Anak-Anak Harus Diajarkan Kompetitif, Bukan Takut Juara | OneFootball

Indra Sjafri Cemas Melihat Mentalitas di SSB: Anak-Anak Harus Diajarkan Kompetitif, Bukan Takut Juara | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.com

Bola.com

·26 mai 2026

Indra Sjafri Cemas Melihat Mentalitas di SSB: Anak-Anak Harus Diajarkan Kompetitif, Bukan Takut Juara

Image de l'article :Indra Sjafri Cemas Melihat Mentalitas di SSB: Anak-Anak Harus Diajarkan Kompetitif, Bukan Takut Juara

Bola.com, Jakarta - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, menyoroti masih adanya pola pikir yang keliru dalam pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Menurutnya, banyak orang tua maupun pelatih sekolah sepak bola (SSB) yang belum siap menerima kekalahan secara sehat dalam kompetisi.

Pelatih yang sukses mempersembahkan dua gelar Piala AFF U-19, satu trofi Piala AFF U-23, serta medali emas SEA Games untuk Indonesia itu menilai pembinaan usia dini seharusnya tidak hanya fokus pada teknik bermain, tetapi juga pembentukan mentalitas kompetitif sejak awal.


Vidéos OneFootball


Indra Sjafri memahami betul bahwa mengelola SSB bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari persoalan finansial, keterbatasan fasilitas, hingga kualitas pelatih yang belum merata di berbagai daerah.

Karena itu, setiap kali tim yang ditanganinya meraih prestasi, Indra selalu menyempatkan diri memberikan apresiasi kepada SSB yang dinilainya menjadi fondasi utama lahirnya talenta-talenta muda untuk Timnas Indonesia.

“Statement pertama yang selalu saya katakan dalam konferensi pers kalau tim saya menang atau juara, terima kasih pertama itu ya ke SSB. Karena dinamika yang dialami, enggak gampang ngurus SSB itu,” kata Indra Sjafri melalui kanal YouTube One Corner tvOneNews.

“Belum lagi masalah keuangan, masalah lapangan, infrastruktur, serta masalah pelatih. Bagaimana di SSB ini pemain-pemainnya bisa berkembang sesuai dengan apa yang kita inginkan,” lanjut pelatih asal Sumatera Barat tersebut.

À propos de Publisher