Rickie Lambert Buka Aib Mario Balotelli Di Liverpool | OneFootball

Rickie Lambert Buka Aib Mario Balotelli Di Liverpool | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Stats Perform

Stats Perform

·12 Mei 2020

Rickie Lambert Buka Aib Mario Balotelli Di Liverpool

Gambar artikel:Rickie Lambert Buka Aib Mario Balotelli Di Liverpool

Rickie Lambert mengaku jengkel dengan Mario Balotelli semasa keduanya berada dalam satu tim di Liverpool. Pasalnya, Balotelli bukan hanya tak pernah berlatih secara serius, tapi juga lebih sering dipilih sebagai pemain starter ketimbang Lambert.

Lambert dan Baloelli sempat jadi rekan setim di Anfield pada musim 2014/15. Kedua penyerang ini datang bersamaan pada musim panas 2014, masing-masing dari Southampton dan AC Milan, dan dibebani tugas berat, yakni menggantikan peran Luis Suarez yang telah hijrah ke Barcelona.


Video OneFootball


Mereka gagal melaksanakan tugasnya. Keduanya total hanya menghasilkan tujuh gol di sepanjang musim, dengan Lambert mengemas tiga gol dan Balotelli empat gol. Mengenang kembali karier singkatnya di Liverpool, Lambert tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya kepada striker Italia itu.

"Sebetulnya itu adalah pengalaman yang menyenangkan. Saya kembali ke kota kelahiran saya sebagai orang yang berbeda. Awalnya berjalan baik, saya mencetak sejumlah gol dan saya merasa cukup senang," ungkap Lambert kepada Bristol Live.

"Para pemain masih terkejut kehilangan Luis Suarez dan menggantikannya tentu sangat, sangat sulit. Lalu, [manajer] Brendan Rodgers memboyong Mario Balotelli dan memasang dirinya lebih sering ketimbang saya. Jujur, saya merasa heran."

"Cara dia berlatih sungguh memalukan. Di luar lapangan dia adalah pribadi yang menyenangkan, tetapi tidak demikian saat berlatih. Memang ada sejumlah pemain yang punya kelakuan seperti itu, tapi biasanya mereka memang bagus saat bertanding. Namun tidak dengan dia [Balotelli]."

"Saya tidak paham mengapa Rodgers membiarkannya seperti itu dan lebih suka memasang dirinya di Starting XI ketimbang saya. Hal itu memberikan dampak buruk pada saya dan juga pada tim," imbuh Lambert yang kini sudah pensiun.

Lambert sendiri punya perasaan campur aduk jika menjelaskan kariernya bersama The Reds yang tak begitu sukses. "Saya kecewa karena tak mampu memaksimalkan kesempatan yang ada. Namun saya tetap bersyukur pernah berseragam Liverpool. Saya bangga akan hal itu sampai hari saya mati," pungkasnya.