Uston Nawawi Ceritakan Lagi Awal Kariernya: Berkat Sang Ayah, Sempat Jadi Libero, Berguru ke Italia sampai Gabung Persebaya | OneFootball

Uston Nawawi Ceritakan Lagi Awal Kariernya: Berkat Sang Ayah, Sempat Jadi Libero, Berguru ke Italia sampai Gabung Persebaya | OneFootball

In partnership with

Yahoo sports
Icon: Bola.com

Bola.com

·07 de maio de 2026

Uston Nawawi Ceritakan Lagi Awal Kariernya: Berkat Sang Ayah, Sempat Jadi Libero, Berguru ke Italia sampai Gabung Persebaya

Imagem do artigo:Uston Nawawi Ceritakan Lagi Awal Kariernya: Berkat Sang Ayah, Sempat Jadi Libero, Berguru ke Italia sampai Gabung Persebaya

Bola.com, Jakarta - Di Persebaya Surabaya, tak banyak pemain seloyal Uston Nawawi. Berawal dari seorang Bonek, ia tak hanya bagian penting dari skuad utama, tapi juga menyempurnakan pengabdiannya sebagai pelatih tim berjuluk Bajul Ijo.

Di masa jayanya, Uston Nawawi memperkuat Persebaya tiga periode: 1995–2003, 2004–2008, dan 2012–2013. Selama kariernya yang panjang berliku itu, legenda yang kini berusia 47 tahun sukses menggondol tiga gelar Liga Indonesia, yakni 1996–1997, 2004, serta 2006.


Vídeos OneFootball


Paripurna sebagai pemain, Uston Nawawi tak lantas berlalu begitu saja melupakan tim yang telah melambungkan namanya di langit blantika sepak bola nasional.

Ia melanjutkan pengabdiannya sebagai pelatih Persebaya, dari level U-20 dan kemudian naik pangkat ke tim senior. Di tim nasional, kelahiran Sidoarjo, 6 September 1978, juga berkibar.

Posisinya sebagai aktor di lini tengah nyaris tak tergantikan, dari 1997 hingga 2004. Medali perak SEA Games 1997, peringkat ketiga Piala AFF 1998, medali perunggu SEA Games 1999, juara Piala Kemerdekaan 2000, dan runner up Piala AFF 2000 merupakan segepok prestasi yang pernah dipahat Uston Nanawi di bawah panji-panji luhung Merah Putih.

Tak hanya Persebaya, tim-tim beken macam PSPS Pekanbaru, Persisam Samarida, Persidafon Dafonsoro, dan Deltras Sidoarjo juga pernah memakai jasanya.

Saiba mais sobre o veículo